Jumat, 24 Juli 2015

Bismillah..Hijrah Diri

Setelah maju mundur dengan keputusan untuk berhijab, akhirnya lebaran kali ini saya mantap untuk mengenakannya. Respon keluarga sangat baik. Apalagi di keluarga saya ada 3 kakak perempuan yang sudah berhijab semua. Bahkan ada yang sudah berhijab semenjak masih gadis. Lho saya kapan?

Kenapa berhijab?. Pertama malu sama Allah. Sejujurnya saya malu, kok setiap ramadhan usai, gak ada 'jejak' ramadhan yang membekas? Ibaratnya jejak kaki tersapu bersih seperti pasir di pantai yang tergerus gelombang. Gak ada bekas sama sekali! Nah..ramadhan kemarin bener-bener ramadhan terbaik sepanjang usia saya. Ketika ramadhan usai, ada terselip sedih. Sementara amalan masih seujung kuku.

Kedua maluu udah tuirrr. Seandainya saya tutup usia dan belum berhijab, kasihan alm ayah, suami dan anak laki-laki saya kelak. Mereka akan ditanya di hari akhir nanti kenapa tidak meminta ibunya untuk menutup aurat. 

Ketiga malu kalau kumpul dengan teman-teman. Kebanyakan teman-teman saya sudah berhijab semua. Gak usah jauh-jauh deh, guru-guru dan ortu wali murid semuanya mengenakan hijab. Walau mereka semua baik-baik dan gak nyinyir, tapi tetap saja ada yang 'aneh' di dalam hati. Begitupun dengan komunitas yang saya ikuti.


Buat teman-teman yang belum mengenakan hijab, saya tahu bagaimana rasanya. Seribu alasan berkecamuk dalam hati. Saya tahuuu banget rasanya tuh seperti apa. 

Walau bersebrangan, adalah hal yang baik jika tidak perlu menghakimi #sok bijak nih. Saya sih memilih untuk diam, tersenyum dan gak nyinyir. 
"Bertahap saja, tutup pelan-pelan, ntar tertutup semua" #kata seorang teman ketika saya masih buka tutup dengan hijab

Tuh kan enak dengernya. Kesannya gak menggurui gitu..:)
Bismillah saja..semoga tetap istiqomah.. 

69 Tahun BNI, Terus Berprestasi dan Berbagi Untuk Negeri



"Bing beng bang yok kita ke bank, bang bing bung yok kita nabung, tang ting tung hey jangan dihitung, tau-tau nanti kita dapat untung"

Mendengar kata-kata bank dan menabung, saya langsung teringat dengan lirik lagu "Menabung" ciptaan Titik Puspa yang populer dinyanyikan oleh Saskia dan Geofanny. Lagu lawas tersebut amat populer saat saya masih duduk di bangku sd. Ada sisi moral yang mengedukasi anak-anak dalam lirik lagu tersebut. Yaitu, menyisihkan uang untuk menabung.

Semasa saya kecil menabung identik dengan celengan. Tempat atau wadah yang terbuat dari kaleng atau plastik, kemudian bagian atasnya dibolongin untuk memasukkan koin. Cring..cring..suara yang ditimbulkan ketika kita menabung koin.
Sekarang anak-anak balita pun sudah bisa memiliki rekening atas nama mereka sendiri di bank. Seperti BNI Taplus anak dengan setoran pertama  Rp 100.000 selanjutnya setoran minimal sebesar Rp 10.000 saja. Mudah bukan? Dengan bunga yang dibayarkan pada setiap akhir bulan dengan cara ditambahkan pada saldo BNI Taplus anak dan dikurangi pajak. Selain itu penabung BNI taplus anak juga dilindungi oleh asuransi serta bebas biaya pengelolaan rekening.





Berdiri sejak tanggal 5 Juli 1946, BNI adalah satu-satunya bank yang lahir sejak kemerdekaan Indonesia. BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersil sejak tahun 1955. Oeang Republik Indonsesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946 dicetak dan diedarkan oleh Bank Negara Indonesia (sumber:www.bni.co.id) 

Dengan visi menjadi bank yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam hal layanan dan kinerja tak salah bila BNI pada akhirnya menjadi pilihan masyarakat Indonesia. 

Dilengkapi dengan 11.209 atm yang tersebar di 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota (termasuk 6 atm di luar negeri), BNI mampu menjangkau sampai masyarakat pedesaan. BNI mengemban tanggung jawab dan amanat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada setiap lapisan. Jaringan atm ini juga diperkuat dengan 43.191 atm link, 64.471 atm bersama dan 71.369 atm prima.






Apa profesi kita? wanita pekerja, wirausaha atau ibu rt dapat menggunakan fasilitas yang disediakan di web BNI. Tinggal klik pada kata "rekomendasi produk" maka BNI akan memberikan solusi produk apa yang pas dengan penghasilan, usia dan profesi kita. Misal: penghasilan perbulan sekitar 5juta sd 10 juta, rentang usia 25 thn sd 35 thn, profesi PNS. Maka produk simpanan yang pas adalah BNI taplus, Tapenas, BNI Simfoni dan deposito. Gampang ya? 

Sabagai bank yang telah berdiri sejak tahun 1946, berikut prestasi yang berhasil diraih oleh BNI sepanjang tahun 2014-2015. 

Prestasi BNI


Kinerja BNI 2014 : Laba Bersih BNI Naik 19,1
Kinerja BNI 2014: Laba bersih BNI naik 19,1 % (sumber: www.bumn.go.id)


1. Dua medali emas untuk kategori Best Analyst Contact Center dan Best Contact Support-HR, medali perak untuk Best Customer Services in Mid Size Inhouse dan medali perunggu untuk Best Help Desk di ajang Contact Center World di Las Vegas, Amerika Serikat, November 2014

The Most Reliable Bank pada katgeori bank konvensional dari Tempo Grup dan IBS, Jkarta, Oktober 2014

2. Peringkat atas Annual Report Award (ARA) untuk kategori Dana Pensiun, Jakarta, Oktober 2014

3. The Best Local  Cash Management in Indonesia, The Best Overall Domestic Cash Management Service menurut poling, The Best Overall Cross Border Management Service dari majalah Asia Money, Hongkong, September 2014

4. Gold Achievement Opex Con Award, Jakarta, September 2014

5. The Global 2000, The Worlds Largest Public Companies 2014 dari majalah Forbes, Jakarta, Agustus 2014

6. Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) dari Indonesia Make Study 2014, Jakarta, Juli 2014

7. Emiten terbaik sektor keuangan BUMN dari Bisnis Indonesia Award, Jakarta, Juni 2014

8. 7 Penghargaan bergengsi dari 8 kategori kompetisi Contact Center World Se-Asia Pasifik, Singapura, Juni 2014. 4 kategori mendapat gold, yakni Best Analyst, Best Contact Center Support Professional HR, Best Help Desk, dan Best in Costumer Service.

9. Peringkat kedua Banking Service Excellence Monitor (BSEM), Jakarta, Juni 2014.

10. The Best Trade Finance Bank in Indonesia & The Leading Counterparty Bank in Indonesia dari The Asian Banker Transaction Banking Awards tahun 2013 dan 2014, Kualalumpur, Mei 2014.

11. The Best Emiten Sektor Perbankan dari majalah Investor, Jakarta, Mei 2014

12. Sertifikat Akreditasi A dari arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dimana BNI adalah bank pertama yang mendapatkan akreditasi tersebut, Jakarta, Mei 2014

13. The Best Cash Management Bank for Indonesia dalam Asia-Pasifik Country Transaction Bank Awards dari The Corporate Treasurer 2013, Singapura, April 2014

14. Indonesia Best Overall Corporate Governance, Indonesia Best for Disclosure & Transparency, Indonesia Best for Investor Relations, Indonesia Best for Shareholder's Right and Equitable Treatment, Indonesia Best for Responsibilities and Ethical Behaviour of Management and The Board of Director dari majalah Asia Money, Hongkong, Februari 2014.

15. Most Inspirational CEO BUMN untuk Bapak Gatot Mudiantoro Suwondo (CEO PT.BNI) dari Mens Obsession Awards, Jakarta, Februari 2014

16. The Best Remittances Provider of The Year in Southeast Asia lima tahun berturut-turut dan Best Cash Management Solution of The Year in Southeast Asia tiga tahun berturut-turut dari Alpha Southeast Asia Magazine, Kualalumpur, Jauari 2014.

Bapak Gatot Mudiantoro Suwondo, selaku CEO PT BNI, seorang Master of Business Administration dari International University Manila, Filipina ini sukses memperbaiki kinerja BNI dengan menghasilkan Rp 5,04 triliun pada kuartal III 2012. BNI sekarang termasuk dari sedikit bank Indonesia yang masuk dalam daftar The Global versi Forbes 2012.


bni.co.id

Krisis ekonomi tahun 1998 menjadi tragedi bagi perekonomian bangsa Indonesia. Bersama 2 negara lainnya yakni, Thailand dan Korea Selatan, Indonesia termasuk negara yang terparah menghadapi krisis ekonomi ini. Perbankan termasuk salah satu sektor yang terkena imbasnya. Setelah krisis ini berakhir, BNI melakukan rebranding untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional. Penggantian logo dengan menempatkan angka '46' di depan kata BNI. Kata BNI berwarna tosca mencerminkan kekuatan, keunikan dan kekokohan. Sementara angka '46' dalam kotak orange diletakkan secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern. 

Tahun 2015 BNI juga berhasil meraih penghargaan bergengsi.

1. Top Brand Award untuk produk BNI Taplus anak dan BNI Tapenas dari majalah marketing, Jakarta, Februari 2015

2. Pioneer in Green Finance in Indonesia dalam SBA Award dari PricewaterhouseCoopers (PwC), Kadin Indonesia dan IBCSD (Indonesia Council for Sustainble Development), Jakarta, Februari 2015

3. Indonesia Best Overall Corporate Governance, Indonesia Best for Disclosure & Transparency, Indonesia Best for Investor Relations, serta Indonesia Best for Shareholder's Right and Equitable Treatment dari Majalah Finance Asia.

4. Peringkat pertama digital brand of the years dari iSentia dan Infobank untuk produk BNI Taplus dan kartu debit BNI, Jakarta, Maret 2015


5. Best Cash Management Bank in Indonesia, Leading Counterparty Bank in Indonesia dari Asian Banker, Hongkong, April 2015

6. Best Remittances Provider in ASEAN, Best Payable Solution of The Year in Southeast Asia, Best Trade Solution of The Year in Southeast Asia dan Best Cross Border M & A Deal of The Year in Southeast Asia dari Alpha Southeast Asia, Kualalumpur, Mei 2015.

7. The Most Favourite Leadership dari Indonesia Property  Bank Award (IPBA) 2015 dari Majalah Property & Bank, Jakarta, Mei 2015

8. Peringkat teratas  Banking Service Excellence Monitor (BSEM) dan peringkat kedua sebagai the best e-Channel dari Marketing Research Indonesia (MRI), Jakarta, Juni 2015 

Dengan beragam prestasi yang telah diraih BNI, semoga tidak membuat BNI berpuas diri. Teruslah tumbuh, berdedikasi tinggi dan menebar manfaat di tengah masyarakat Indonesia. Selamat Ulang Tahun ke-69 untuk BNI. Teruslah mengukir prestasi dan berbagi untuk negeri.





Referensi
http://www.bni.co.id
http://www.kaltengpos.web.id/berita/detail/21388/bni-raih-the-best-performance-walk-in-channel.html
http://bni.co.id/id-id/tentangkami/penghargaan.aspx
http://www.bumn.go.id/bni/berita

Senin, 15 Juni 2015

Sekolah Inklusi

Sebenarnya saya tidak begitu "ngeh" tentang sekolah inklusi. Sampai pada hari sabtu kemarin ketika pembagian laporan perkembangan siswa si sulung, di buku itu tertulis : "Kecerdasan intrapersonal berkembang optimal. Sedangkan untuk kecerdasan interpersonal masih harus dilatih. Pemahaman karakter teman yang berbeda-beda, khususnya pada teman special need masih harus terus diingatkan"

Saya baru tahu kalau di sekolah Almer termasuk dalam sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah umum yang menerima anak-anak yang memiliki keterbatasan atau gangguan tertentu. Biasanya dalam satu kelas bisa terdiri dari 1 atau 2 anak berkebutuhan khusus.
 
ilustrasi :www.flickr.com

Dari artikel yang pernah saya baca ada beberapa kategori ABK (anak berkebutuhan khusus): Autism Spectrum Disorder (anak dengan gangguan spectrum disorder), Attension Deficit and Hyperactivity Disorder (anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif), disabilitas penglihatan (kebutaan sebagian atau menyeluruh), disabilitas intelektual, disabilitas fisik (kelumpuhan atau anggota badan tidak lengkap), disabilitas sosial (bermasalah dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial), gangguan ganda, lamban belajar, kesulitan belajar khusus (disleksia/kesulitan membaca atau diskalkulasi/kesulitan berhitung), gangguan kemampuan komunikasi (penyimpangan dalam perkembangan wicara), serta anak dengan potensi kecerdasan atau bakat istimewa (memiliki intelegensia tinggi atau unggul dalam bidang khusus). (sumber: parenting, april 2015)

Mengingat semakin terbukanya ortu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan semakin giatnya pemerintah mencanangkan sekolah inklusi, saya pikir adalah hal yang baik untuk ikut peduli dengan anak-anak tersebut. Jujur saja ini adalah pengalaman baru untuk si sulung, Almer. Setidaknya dia belajar untuk ikut peduli dan berempati terhadap teman-temannya tersebut. 

Masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak dapat menikmati pendidikan di sekolah umum karena "eksklusivitas" mereka. Ya..ada tembok tinggi yang memisahkan mereka dengan anak-anak yang normal. Semoga hal ini tidak berkelanjutan dimasa mendatang. Banyak contoh yang di luar sana, bahwa ABK dapat sukses dalam ranah bidangnya masing-masing. Semoga..


Selasa, 09 Juni 2015

Flat Foot (2)

Kalau ada yang pernah baca tentang postingan saya terdahulu mengenai flat foot (link disini) mungkin masih ingat bila flat foot bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Tak ada ciri khusus anak yang memiliki flat foot/kaki datar. Hanya saja anak menjadi gampang lelah walau hanya jalan-jalan ke mall.

Di Indonesia mungkin hanya produk dari dr Kong yang bisa mengatasi anak-anak atau orang dewasa yang memiliki kaki datar. Dr Kong biasanya ada di pusat perbelanjaan Ace Hardware. Ada konsultasi gratis melalui pemeriksaan kaki dengan alat podometer sehingga kita bisa memilih kira-kira produk mana yang cocok kita gunakan. Hehe.. saya sedang tidak berpromosi ya. Hanya sharing pengalaman saja..:)

Tipe-tipe flat foot

Perincian gambar:
Universal III adalah kaki normal
Universal II adalah tipe flat foot tingkat rendah
Universal I adalah flat foot tingkat medium
Universal Plus adalah flat foot tingkat tinggi
Universal flat foot adalah flat foot yang paling parah ( ada tulang pada alas kaki yang menonjol keluar)  

Produknya mulai dari sepatu khusus dengan berbagai size hingga insole atau alas kaki yang memiliki bantalan khusus sehingga pemakai tidak cepat lelah. Untuk sepatu khusus harganya lumayan "mehong" berkisar antara 800 ribuan sampai jutaan. Sempat gemas pengen beli karena sepatunya enak banget di pake. Tapi..ya..emaknya ngalah dulu, karena yang kaki datar kan anaknya..hehehe

Setelah diperiksa, akhirnya Almer menggunakan insole blk 35 seharga Rp 219 ribu (Pada gambar: Universal 1). Untuk perawatan cukup dilap dengan kain basah. Kalau saya sih prefer tissue basah yang antiseptic, membunuh kuman sekaligus menghilangkan bau yang tidak sedap.

Insole ini bisa dibongkar pasang. Sebelum dimasukkan ke dalam sepatu, lepaskan dahulu insole yang lama, jangan dipakai double ya. Nanti efek nya gak berasa. Gunakan 3-4 jam pada pemakaian awal sampai merasa nyaman. 


Yang jadi masalah anakku kan sekolah alam, so..jarang banget pakai sepatu. Sehari-hari menggunakan sandal crocs yang praktis. Masuk kelas pun alas kaki dilepas. Setelah dipaksa finally Almer mau juga pakai sepatu ke sekolah. Emang nyaman banget di pakenya, karena bantalannya lebih tebal dibandingkan dengan insole pada sepatu biasa. 

Kalau ditanya, berbahaya gak sih anak yang flat foot? Karena saya mengalami sendiri anak yang flat foot (Almer memiliki 12 jahitan didahi karena sering jatuh), so saya dengan tegas mengatakan...berbahaya.! Makanya harus diantisipasi semenjak dini. Salah satunya anak diusia balita jangan sering-sering dipakaikan sepatu, sekali-kali nyeker di jalanan aspal atau tanah selama tidak ada paku atau beling, fine-fine aja kok. Coba lihat, anak kampung jarang yang flat foot kan? Main kelereng, main di sawah sampai pergi sekolah kadang-kadang tidak pakai sepatu atau sandal sama sekali.

Dibandingkan dengan abangnya, Naarah cenderung lebih "preman". Lari-lari di jalan tanpa alas kaki atau di lapangan tenis dekat rumah sering dia lakukan. Memang sih, umurnya belum genap 4 tahun. Dan untuk kaki masih dalam tahap pertumbuhan. Masih ada gumpalan lemak yang belum hilang, tetapi karena masih balita, so hal ini tidak perlu di khawatirkan. Kita ikuti saja perkembangannya sampai 2 tahun ke depan. Biasanya masuk SD bantalan lemak pada telapak kaki akan menghilang. 

Kalau sudah begini semboyan "mencegah labih baik daripada mengobati" benar-benar berarti..



Welcome Ramadhan

"Senang tidak menyambut bulan ramadhan?" 
"Senang..."

Pasti jawabnya seragam ya.

Bagi saya, jujur nih, Ramadhan adalah "beban". Ada yang sama gak sih jawabannya dengan saya? Bagaimana tidak, lagi enak-enaknya tidur harus bangun untuk sahur. Lagi kepingin makan yang enak-enak tidak bisa, sementara lagi tidak mau makan..ehh..disuruh makan. Kedengarannya nelangsa banget ya..:(

buka puasanya diudur

Eits..tapi jangan buru-buru men-judge saya begitu dong. Saya berusaha ikhlas seikhlas-ikhlasnya untuk bahagia menyambut ramdahan. Karena ramadhan adalah tamu istimewa yang hanya datang sebulan dalam 1 tahun. Jika perasaan "beban" mulai hinggap kembali ke dalam sanubari, usahakan berbisik dalam hati "hanya beberapa hari kok". 

Makanya bulan ramadhan itu adalah bulan untuk berburu surga. Mau ke surga tapi gak mau susah payah, gak mau capek, gak mau beban? Waduh..
Kebaikan yang tumpah ruah, akankah di sia-siakan? Keberkahan yang berlimpah, akan di lewatkan begitu saja?

Apa saja keberkahan di bulan ramadhan?
1. Diampuni dosa-dosa yang sudah lewat
2. Dibebaskan dari api neraka
3. Dikabulkan doa-doa
4. Gudang kebaikan
5. Semua amalan di lipatgandakan (semua amalan = 83 thn)
Jadi setiap amalan kebaikan sama seperti melakukan kebaikan selama 83 thn
6. Allah akan membanggakan kaumnya di akhirat kelak

Dan amalan-amalan yang disarankan untuk dilakukan di bulan ramadhan antara lain:
1. Membaca Al-Quran
2. Bersedekah
3. Silaturrahmi
4. Duha
5. Tarawih
6. Sholat di masjid

Subhanallah..luar biasa ya keistimewaan bulan ramadhan. Kalau sudah tahu begini, dan perasaan  "terbebani" timbul tenggelam dengan kedatangan ramadhan, camkan dalam hati "hanya beberapa hari". 



Selasa, 26 Mei 2015

Bahagia Yang Sarat Makna

Apa sih definisi bahagia itu? Memiliki rekening tabungan dan deposito yang nominalnya lebih dari 9 digit atau lebih? Mempunyai pasangan yang super kaya, baik, setia dan romantis? atau dikaruniai oleh yang Kuasa sepasang anak yang penurut dan so sweat?

Duh..sepertinya hidup tidak ada cacatnya sama sekali. Enak banget ya? Tetapi sayang berjuta sayang, hidup yang tidak ada cacat bak jalan tol hanya ada dalam negeri dongeng. Realistis saja deh. Hidup itu selalu berputar menurut lintasannya. Terkadang lintasannya mulus gak ada bebatuannya, kalaupun ada hanya batuan kerikil. Atau lintasannya penuh batuan terjal, berlumpur dan mendaki.

Bahagia versi saya adalah bahagia menjadi diri sendiri tanpa iri dengan porsche atau chevrolet milik tetangga. Semua sesuai porsinya kan? Kita hanya menjalani peran masing-masing. Kalau mau lebih, ya harus mau usaha lebih keras lagi:)

Saya bahagia dengan apa yang sudah saya miliki saat ini. Sepasang anak (laki-laki dan perempuan) yang usianya berbeda jauh dan selalu bikin keributan. Entah dengan berebut makanan dan yang paling sering rebutan mainan! (Padahal mainan anak laki dan perempuan beda ya) Serta bahagia punya sepasang...eh...satu suami saja yang gak romantis banget. He-eh
Bahagia Bersama Keluarga
Mereka semua adalah inspirasi kebahagiaan saya. Terlepas dari sosok anak-anak dan suami yang jauhhh dari sempurna. Karena yang sempurna itu hanya satu, sang pencipta alam semesta. Saya juga bukan angel atau makhluk sejenis peri yang berhati mulia dan hanya ada di negeri antah berantah. Bahagia bersama keluarga saat weekend tiba dan mengisi hari-hari dengan makan bersama, jalan atau santai saja di rumah tanpa dibarengi  yang namanya "migrain" atau demam si krucil, itu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri.
Selfie Bersama Sahabat
 
Satu lagi yang menjadi inspirasi kebahagiaan saya adalah menjadi seorang mompreneur. Kebebasan waktu adalah point utama kenapa memilih menjadi mompreneur. Melepas satu kebahagiaan untuk mendapat kebahagiaan tanpa batas.

Berbagi kebahagiaan dengan sahabat juga merupakan anugerah yang luar biasa. Bahagia bersama sahabat tanpa mengurangi porsi waktu bersama keluarga. Siapa sih yang mampu hidup sendiri? nobody:)
Bersama alumni PIN 2008-2013
Nah..melalui postingan ini saya juga ingin berbagi bahagia bersama TabloidNova.com. Terutama untuk pembaca setia tabloid Nova, sahabat wanita inspirasi keluarga. Kali ini berbagi kebahagiaan melalui tulisan. Tulisan sarat makna yang menebar aura positif. Mari berbagi kebahagiaan dengan menulis cerita bahagia menurut versi masing-masing.


Kamis, 21 Mei 2015

Kelas Menulis Online Buku Nonfiksi By Stiletto Book

Ahaii...Akhirnya tercapai juga ikutan kelas menulis online. Bulan februari kemarin Stiletto juga pernah mengadakan kelas menulis online batch 1. Pesertanya di batasi hanya 15 peserta saja. Mentornya mbak Herlina P Dewi, ownernya Stiletto. 

Dan kali ini Stiletto kembali mengadakan kelas menulis online khusus nonfiksi batch 2 yang sudah di mulai sejak 30 April 2015 dan akan berakhir selasa pekan depan tgl 26 mei. Kelas menulis online ini dimulai setiap hari kamis pukul 13.30 s.d 16.00 WIB.

Kelas Menulis NonFiksi

Kenapa kelas menulis online ini hanya membahas tentang buku nonfiksi saja? Karena menulis nonfiksi gak kalah asyik dengan menulis fiksi, lho. Kebetulan saya tidak pandai mengkhayal (Hihi..), jadi menurut saya lebih asyik menulis tentang kejadian-kejadian nyata yang terjadi di depan mata ketimbang harus mengkhayal terlebih dahulu. Duh..pusing kepala barbie...xoxo

Apa saja sih materi yang dibahas di kelas online ini? Ini nih bocorannya. Pertama mengapa memilih nonfiksi, apa itu tulisan nonfiksi dan cara menemukan ide untuk menulis nonfiksi. Selanjutnya bagaimana menyusun outline, mengembangkan outline menjadi buku, membuat proposal pengiriman naskah ke penerbit serta tips untuk mencari judul buku nonfiksi. Asyik ya? 

Setiap selesai kelas, peserta akan diberikan tugas sampai deadline tertentu. Tetapi tetap saja ada yang terlewat dari batas deadline. Hihi..Maklum saja, pesertanya kebanyakan emak-emak yang punya urusan segudang (termasuk saya). O iya, semua alumni peserta kelas menulis ini boleh mengajukan proposal naskah ke stiletto. 

Setiap peserta akan membuat "kamar" masing-masing di media social fb. Di kamar itulah kita mengajukan minimal 2 pertanyaan. Dan miss mentor kita yang baik hati akan mampir ke setiap kamar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan peserta.

Setiap selesai membaca feed back yang diberikan oleh miss mentor, saya suka senyum-senyum sendiri. Komentar-komentarnya itu lho...hahaaha (cuma saya dan miss mentor yang tahu). Dan saya juga jadi belajar banyak. Terutama mengenai penulisan kata depan "di". Saya jadi kepikiran mau berburu KBBI. *maluu

Padahal dulu pernah belajar juga cara menulis features sama mba Rika Tjahyadi. Dan masalah penulisan kata depan tersebut juga pernah dibahas. Tapi, penyakit "kadaluarsa otak" ini sepertinya sudah menahun. Hadeuh..

It's oke, gak ada istilah terlambat ya. Walaupun sudah emak-emak saya kepinginnn punya satu buku solo walaupun itu akan menghabiskan separuh dari umur saya. Doakan ya teman..amien