Senin, 15 Juni 2015

Sekolah Inklusi

Sebenarnya saya tidak begitu "ngeh" tentang sekolah inklusi. Sampai pada hari sabtu kemarin ketika pembagian laporan perkembangan siswa si sulung, di buku itu tertulis : "Kecerdasan intrapersonal berkembang optimal. Sedangkan untuk kecerdasan interpersonal masih harus dilatih. Pemahaman karakter teman yang berbeda-beda, khususnya pada teman special need masih harus terus diingatkan"

Saya baru tahu kalau di sekolah Almer termasuk dalam sekolah inklusi. Sekolah inklusi adalah sekolah umum yang menerima anak-anak yang memiliki keterbatasan atau gangguan tertentu. Biasanya dalam satu kelas bisa terdiri dari 1 atau 2 anak berkebutuhan khusus.
 
ilustrasi :www.flickr.com

Dari artikel yang pernah saya baca ada beberapa kategori ABK (anak berkebutuhan khusus): Autism Spectrum Disorder (anak dengan gangguan spectrum disorder), Attension Deficit and Hyperactivity Disorder (anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif), disabilitas penglihatan (kebutaan sebagian atau menyeluruh), disabilitas intelektual, disabilitas fisik (kelumpuhan atau anggota badan tidak lengkap), disabilitas sosial (bermasalah dalam mengendalikan emosi dan kontrol sosial), gangguan ganda, lamban belajar, kesulitan belajar khusus (disleksia/kesulitan membaca atau diskalkulasi/kesulitan berhitung), gangguan kemampuan komunikasi (penyimpangan dalam perkembangan wicara), serta anak dengan potensi kecerdasan atau bakat istimewa (memiliki intelegensia tinggi atau unggul dalam bidang khusus). (sumber: parenting, april 2015)

Mengingat semakin terbukanya ortu yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan semakin giatnya pemerintah mencanangkan sekolah inklusi, saya pikir adalah hal yang baik untuk ikut peduli dengan anak-anak tersebut. Jujur saja ini adalah pengalaman baru untuk si sulung, Almer. Setidaknya dia belajar untuk ikut peduli dan berempati terhadap teman-temannya tersebut. 

Masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak dapat menikmati pendidikan di sekolah umum karena "eksklusivitas" mereka. Ya..ada tembok tinggi yang memisahkan mereka dengan anak-anak yang normal. Semoga hal ini tidak berkelanjutan dimasa mendatang. Banyak contoh yang di luar sana, bahwa ABK dapat sukses dalam ranah bidangnya masing-masing. Semoga..


Selasa, 09 Juni 2015

Flat Foot (2)

Kalau ada yang pernah baca tentang postingan saya terdahulu mengenai flat foot (link disini) mungkin masih ingat bila flat foot bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Tak ada ciri khusus anak yang memiliki flat foot/kaki datar. Hanya saja anak menjadi gampang lelah walau hanya jalan-jalan ke mall.

Di Indonesia mungkin hanya produk dari dr Kong yang bisa mengatasi anak-anak atau orang dewasa yang memiliki kaki datar. Dr Kong biasanya ada di pusat perbelanjaan Ace Hardware. Ada konsultasi gratis melalui pemeriksaan kaki dengan alat podometer sehingga kita bisa memilih kira-kira produk mana yang cocok kita gunakan. Hehe.. saya sedang tidak berpromosi ya. Hanya sharing pengalaman saja..:)

Tipe-tipe flat foot

Perincian gambar:
Universal III adalah kaki normal
Universal II adalah tipe flat foot tingkat rendah
Universal I adalah flat foot tingkat medium
Universal Plus adalah flat foot tingkat tinggi
Universal flat foot adalah flat foot yang paling parah ( ada tulang pada alas kaki yang menonjol keluar)  

Produknya mulai dari sepatu khusus dengan berbagai size hingga insole atau alas kaki yang memiliki bantalan khusus sehingga pemakai tidak cepat lelah. Untuk sepatu khusus harganya lumayan "mehong" berkisar antara 800 ribuan sampai jutaan. Sempat gemas pengen beli karena sepatunya enak banget di pake. Tapi..ya..emaknya ngalah dulu, karena yang kaki datar kan anaknya..hehehe

Setelah diperiksa, akhirnya Almer menggunakan insole blk 35 seharga Rp 219 ribu (Pada gambar: Universal 1). Untuk perawatan cukup dilap dengan kain basah. Kalau saya sih prefer tissue basah yang antiseptic, membunuh kuman sekaligus menghilangkan bau yang tidak sedap.

Insole ini bisa dibongkar pasang. Sebelum dimasukkan ke dalam sepatu, lepaskan dahulu insole yang lama, jangan dipakai double ya. Nanti efek nya gak berasa. Gunakan 3-4 jam pada pemakaian awal sampai merasa nyaman. 


Yang jadi masalah anakku kan sekolah alam, so..jarang banget pakai sepatu. Sehari-hari menggunakan sandal crocs yang praktis. Masuk kelas pun alas kaki dilepas. Setelah dipaksa finally Almer mau juga pakai sepatu ke sekolah. Emang nyaman banget di pakenya, karena bantalannya lebih tebal dibandingkan dengan insole pada sepatu biasa. 

Kalau ditanya, berbahaya gak sih anak yang flat foot? Karena saya mengalami sendiri anak yang flat foot (Almer memiliki 12 jahitan didahi karena sering jatuh), so saya dengan tegas mengatakan...berbahaya.! Makanya harus diantisipasi semenjak dini. Salah satunya anak diusia balita jangan sering-sering dipakaikan sepatu, sekali-kali nyeker di jalanan aspal atau tanah selama tidak ada paku atau beling, fine-fine aja kok. Coba lihat, anak kampung jarang yang flat foot kan? Main kelereng, main di sawah sampai pergi sekolah kadang-kadang tidak pakai sepatu atau sandal sama sekali.

Dibandingkan dengan abangnya, Naarah cenderung lebih "preman". Lari-lari di jalan tanpa alas kaki atau di lapangan tenis dekat rumah sering dia lakukan. Memang sih, umurnya belum genap 4 tahun. Dan untuk kaki masih dalam tahap pertumbuhan. Masih ada gumpalan lemak yang belum hilang, tetapi karena masih balita, so hal ini tidak perlu di khawatirkan. Kita ikuti saja perkembangannya sampai 2 tahun ke depan. Biasanya masuk SD bantalan lemak pada telapak kaki akan menghilang. 

Kalau sudah begini semboyan "mencegah labih baik daripada mengobati" benar-benar berarti..



Welcome Ramadhan

"Senang tidak menyambut bulan ramadhan?" 
"Senang..."

Pasti jawabnya seragam ya.

Bagi saya, jujur nih, Ramadhan adalah "beban". Ada yang sama gak sih jawabannya dengan saya? Bagaimana tidak, lagi enak-enaknya tidur harus bangun untuk sahur. Lagi kepingin makan yang enak-enak tidak bisa, sementara lagi tidak mau makan..ehh..disuruh makan. Kedengarannya nelangsa banget ya..:(

buka puasanya diudur

Eits..tapi jangan buru-buru men-judge saya begitu dong. Saya berusaha ikhlas seikhlas-ikhlasnya untuk bahagia menyambut ramdahan. Karena ramadhan adalah tamu istimewa yang hanya datang sebulan dalam 1 tahun. Jika perasaan "beban" mulai hinggap kembali ke dalam sanubari, usahakan berbisik dalam hati "hanya beberapa hari kok". 

Makanya bulan ramadhan itu adalah bulan untuk berburu surga. Mau ke surga tapi gak mau susah payah, gak mau capek, gak mau beban? Waduh..
Kebaikan yang tumpah ruah, akankah di sia-siakan? Keberkahan yang berlimpah, akan di lewatkan begitu saja?

Apa saja keberkahan di bulan ramadhan?
1. Diampuni dosa-dosa yang sudah lewat
2. Dibebaskan dari api neraka
3. Dikabulkan doa-doa
4. Gudang kebaikan
5. Semua amalan di lipatgandakan (semua amalan = 83 thn)
Jadi setiap amalan kebaikan sama seperti melakukan kebaikan selama 83 thn
6. Allah akan membanggakan kaumnya di akhirat kelak

Dan amalan-amalan yang disarankan untuk dilakukan di bulan ramadhan antara lain:
1. Membaca Al-Quran
2. Bersedekah
3. Silaturrahmi
4. Duha
5. Tarawih
6. Sholat di masjid

Subhanallah..luar biasa ya keistimewaan bulan ramadhan. Kalau sudah tahu begini, dan perasaan  "terbebani" timbul tenggelam dengan kedatangan ramadhan, camkan dalam hati "hanya beberapa hari".