Jumat, 05 Desember 2014

A Self Reflection

logo1 

Sepanjang tahun 2014 ini saya baru 2 kali ngikut GA. Kali ini pengen ikutan GA yang diadain sama om Nhher. Temanya 'tengok-tengok blok sendiri berhadiah'. Kalau dilihat kebelakang ternyata saya update artikelnya baru sedikit sekali. Sampai-sampai Pakde ikut komentar, "sering-sering update artikel ya". Hihi..

Dari semua artikel yang pernah saya tulis sepanjang tahun 2014, artikel yang paling berkesan menurut saya adalah yang ini nih : Hidup 'Kembali' Setelah Stroke

Ceritanya tentang ibu saya. Nulisnya dari hati sanubari yang paling dalam. Benar-benar real dan bikin mewek. Yang bikin lama adalah mencari-cari foto ibu saya. Akhirnya ketemu juga foto ibu saya dengan Almer yang baru berusia 1 minggu.

Kasih ibu itu ibarat air sungai yang mengalir jauh. Mau ada batu atau sandungan segede apapun, toh air akan terus mengalir. Begitu juga dengan kasih seorang ibu yang tak pernah putus. Bahkan ketika sang anak sudah beranjak dewasa, menikah dan memilki keluarga sendiri. Kasih ibu itu tak kan pernah terputus sampai maut menjemput. Bilamana ibu sudah tak ada, maka berakhir pulalah kasih seorang ibu.

Doa bagi saya adalah salah satu kasih seorang ibu yang diberikan kepada anaknya. Bukankah doa seorang ibu seringkali selalu di jabah oleh yang Kuasa?. Mulai dari kandungan sampai anak beranjak dewasa. Saya yakin ibu selalu menyebut nama anak-anaknya dalam setiap lantunan doanya.

Duhai ibu.. dari beliau saya belajar arti pengobanan, kesabaran dan keikhlasan. Walau sudah sepuh selalu ada cerita lalu yang terlontar. Lucu, bahagia, sedih, kecewa selalu di ucapkan ketika bersua.

Tradisi ketimuran yang jarang mengungkapkan ekspresi cinta dan sayang antara orang tua dan anaknya tak berlaku untukku. Kita cenderung mengatakan sayang hanya lewat bahasa nonverbal. Sekedar kumpul-kumpul menghabiskan waktu dengan keluarga itu sudah cukup. Bukan berarti hubungan dengan ibuku rawan konflik. Tetapi sesekali tak mengapa bila mengatakan ' I love u , ibu'.

Belajar dari pengalaman tersebut, saya menyadari ternyata mengekspresikan rasa sayang itu sangat perlu. Anak yang dicintai akan tumbuh lebih percaya dan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan. Saya selalu katakan kepada anak-anak, bahwa saya sangat mencintai mereka berdua. "Mama love Naarah dan Almer" selalu saya sematkan ketelinga mereka berdua setiap hari. Menjelang tidur atau ketika Almer berangkat sekolah.

Bersama ibu ( 12 des 2014)
Walau dahulu hubungan dengan ibuku tak begitu hangat, jaraklah yang akhirnya menghangatkan hubungan kami. Walau terpisah pulau, jaraklah pada akhirnya yang mempererat hubungan kami.
Alhamdulilah di penghujung tahun 2014 ini masih diberikan kesempatan untuk bersua dengan ibunda tersayang.  Barakallah ya bu, di sisa usiamu..



1 komentar:

  1. Saya datang dan sudah membaca “Self Reflection” di blog ini
    Terima kasih telah berkenan untuk ikut lomba saya ya
    Semoga sukses

    Salam saya
    #67

    BalasHapus